Senin, Desember 15, 2008

Mesin Fotocopy

Kemarin ketika googling mesin fotocopy, muncul link ke salah satu artikel di situs www.andriewongso.com tentang fotocopy yang cukup menarik. Berikut artikelnya :

Pernahkah Anda membayangkan, harus menulis dan menggambar sesuatu yang sama untuk memperbanyak dokumen dengan tangan? Berterima kasih lah pada mesin fotokopi. Sebab, dengan mesin fotokopi saat ini kita dapat dengan mudah memperbanyak gambar dan tulisan berapa pun banyaknya. Tinggal pencet tombol, tunggu sejenak, semua pekerjaan penggandaan beres.

Ternyata, mesin fotokopi yang ada saat ini berasal dari kerepotan yang dialami seorang pria bernama Chester F. Carlson. Ia semula adalah pekerja di sebuah perusahaan analisis paten untuk pembuat produk elektronik. Tugasnya saat itu adalah menyalin semua dokumen dan gambar paten ke dalam beberapa dokumen. Tentu, ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Apalagi, saat itu semua dikerjakan dengan tangan. Karenanya, untuk membuat beberapa dokumen, perlu waktu yang tak sedikit, bahkan berjam-jam.

Karena kelelahan, Chester pun kemudian berpikir. Bagaimana ia bisa menggandakan dokumen dengan cepat dan praktis. Tidak seperti yang ia lakukan sebelumnya. Suatu kali, pemuda cerdas ini pun menemukan ide. Ia menggunakan konsep yang disebut photo-conductivity, sebuah proses perubahan elektron jika terkena cahaya. Intinya, dengan proses ini, gambar bisa digandakan dengan proses perubahan elektron tersebut.

Beberapa tahun ia mencoba menyempurnakan temuannya ini. Dan, setelah sekian lama, temuannya yang diberi nama electric photography ini dipatenkan pada 1942. Meski sangat berguna, alat tersebut rupanya tak bisa langsung jadi populer. Chester yang berhasil membuat alat itu harus berjualan konsep bertahun-tahun lamanya agar mesin fotokopi itu bisa dijual di pasaran. Berbagai perusahaan besar seperti IBM, GE, dan RCA menolak temuan itu. Setelah hampir putus asa, ia kemudian menawarkan ide itu pada perusahaan yang bernama Haloid Company. Ternyata, konsep itu diterima. Buah perjuangan 20 tahunan menjual ide itu akhirnya menjadi kisah membahagiakan. Haloid Company kemudian mengenalkan produk mesin fotokopi pertama itu dengan nama Xerox.

Kini, Xerox telah sukses di pasaran. Haloid Company pun berubah namanya jadi Xerox Company. Chester juga telah membuktikan, buah karyanya ternyata kini bermanfaat di seluruh dunia.

selengkapnya...

Kamis, November 27, 2008

Perpisahan ...

"Mas, mulai besok saya sudah nggak jualan. Besok saya pulang ke Madura dan nggak kembali lagi ke sini."

Mas Saili, tukang sate ayam langganan saya memberitahukan rencana kepergiannya besok.

Mas Saili bersama temannya Yukim biasa mangkal di warung sate sederhananya yang tidak jauh dari kantor saya. Jika lagi tidak masak, saya biasa beli sate di tempat itu sepulang dari kantor. Mas Saili dan Yukim berasal dari Madura, mereka alumni salah satu pesantren di pulau itu yang kemudian setelah lulus dikontrak untuk menjual sate di Palu sejak hampir setahun yang lalu. Usia mereka sekarang masih 19 tahun.

"Nggak balik lagi ke sini?! Emang kenapa? Mau nikah?" tanya saya agak kaget.

"Nggak mas. Saya mau nyari kerja lagi di Surabaya, kalo Yukim mau pindah ke Palembang, jualan ama saudaranya di sana."

"Ya udah ati2 ya. Mohon maaf kalo ada salah. Jangan lupa sholatnya yang rajin ya."

"iya mas sama2."

Kami pun berjabat tangan, jabat tangan terakhir kami (waLLahu a'lam), jabat tangan perpisahan.

)I(

Malam ini di akhir acara kajian dengan ust Cahyadi Takariawan yang sedang datang ke Palu, ada pengumuman dari moderator kajian bahwa salah seorang saudara kami, Danang, beberapa hari ini akan pindah ke Manado. Beliau pindah dikarenakan mutasi besar2an di kantornya dalam rangka modernisasi birokrasi.

Saya tidak terlalu terkejut, karena beberapa hari sebelumnya berita kepindahan beliau sudah lebih dulu saya dengar. Mudah-mudah ini pilihan terbaik dari Ar-Rahman untuk beliau.

)I(

Setidaknya ada dua perpisahan yang mewarnai kisah saya hari ini. Perpisahan memang selalu menjadi bab yang tidak terpisahkan dari kisah hidup kita, seolah2 tidak mau kalah dengan perkenalan2 dan bertambahnya teman yang juga selalu mewarnai langkah kaki kita.

Semoga setiap perpisahan yang terjadi tidak meninggalkan jejak kecuali kebaikan, senyum haru, cinta, persaudaraan, dan harapan akan pertemuan kembali, entah di dunia atau di akhirat kelak.

Rabbanaghfirlanaa wali ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil iimaani walaa taj'al fii quluubinaa gillal lilladziina aamanuu, Rabbanaa innaka Rauufur Rahiim*

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

)I(

"Satu lagi saudara kita yang akan meninggalkan kita beberapa minggu lagi, akh Dwi, insya Alloh beberapa minggu lagi beliau akan melanjutkan D4 di Jakarta. Istrinya malahan sudah duluan di Jakarta."

lanjut moderator memberitahukan rencana saya yang tidak lama lagi juga akan berpisah dengan semua sahabat di Palu.

____________________
* QS Al Hasyr : 10

selengkapnya...

Rabu, November 26, 2008

Hikmah di Pantai Losari

Sore itu di pantai Losari, dari kejauhan matahari perlahan mulai tenggelam diiringi suara ombak yang menyapa beton tanggul pembatas pantai terdengar merdu bersama tawa riuh anak2 yang sedang berlarian. Saya dan seorang sahabat duduk di pinggir pantai sambil berdiskusi tentang kehidupan. Irman, sahabat saya itu, menceritakan perihal balasan bagi orang yang berbuat baik di dunia maupun di akhirat.

"jo, antum percaya nggak setiap kita berbuat kebaikan pasti suatu hari Alloh akan membalas kebaikan itu saat kita membutuhkan, kayak karma gitu."

Saya terus mendengarkan cerita sahabat saya yang pertama kali saya kenal ketika kuliah dulu. Sejak awal perkenalan itu tidak habis2 nya pelajaran yang selalu saya dapat dari dia.

"di acara pelatihan kantor kemarin dibahas tentang ini. Ada kisah nyata tentang seorang anak miskin penjual asongan dan seorang perempuan baik hati." lanjutnya

Suatu hari, seorang anak laki-laki miskin penjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Kemudian ia memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki itu pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, 'berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?'

Wanita itu menjawab: 'Kamu tidak perlu membayar apapun. Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan'

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :' Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.'

Belasan tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan, wanita itu sembuh !! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.

Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi... 'Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..' tertanda, DR Howard Kelly

----


Azan maghrib pun terdengar dari masjid sekitar kami duduk. Kami pun segera melengkapi kesyukuran atas hikmah hari ini kepada Ar Rahman. `Hal jazaa ul ihsaani illal ihsaanu, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)*

amsainaa ;alaa fithratil Islaami wa kalimatil ikhlaashi wa 'alaa diini nabiyyina Muhammadin shallaLLahu 'alaihi wa sallama wa 'alaa millati abiina Ibraahiima haniifa wa ma kaana minal musyrikiin.


Kami bersore hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat keikhlasan, di atas agama nabi kami Muhammad saw, dan di atas millah bapak kami Ibrahim yang lurus. Dan ia bukan termasuk orang-orang yang musyrik





__________
* QS Ar-Rahmaan : 60


selengkapnya...

Selasa, November 25, 2008

Download eBook Hadits Arba'in Imam Nawawi

Buat teman2 yang ingin membaca dan mempelajari Kitab Hadits Arba'in karya Imam Nawawi, silahkan klik link di bawah ini :

download eBook Hadits Arba'in

selengkapnya...

Allah Gembira Dengan Taubat Hamba-Nya

Dari Abu Hamzah yaitu Anas bin Malik al-Anshari r.a., pelayan Rasulullah saw, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang jatuh di atas untanya dan oleh Allah ia disesatkan di suatu tanah yang luas." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Muslim disebutkan demikian:

"Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang berada di atas untanya dan berada di suatu tanah yang luas, kemudian pergilah untanya itu dari dirinya, sedangkan di untanya itu ada makanan dan minumannya. Orang tadi lalu berputus-asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya, sedang hatinya sudah berputus asa sama sekali dari untanya tersebut. Tiba-tiba di kala ia berkeadaan sebagaimana di atas itu, untanya itu tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Oleh sebab sangat gembiranya maka ia berkata: 'Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu'. Ia menjadi salah ucapannya kerana amat gembiranya."

Keterangan:
Jadi kegembiraan Allah Ta'ala di kala mengetahui ada hambaNya yang bertaubat itu adalah lebih sangat dari kegembiraan orang yang tersebut dalam ceritera di atas itu.

(Hadits no. 15 kitab Riyadus Shalihin, Imam Nawawi)

selengkapnya...

Selasa, November 18, 2008

Berkata Yang Baik Atau Diam

Mungkin teman2 pernah membaca/mendengar sebuah kisah hikmah tentang seorang anak pemarah. Dikarenakan sifat pemarah anaknya itu kemudian sang ayah mengajarkan sebuah hikmah. Sang anak diberikan sekantong paku yang harus ditancapkan ke pagar rumah mereka jika sang anak marah.

Beberapa hari kemudian pagar rumah mereka pun penuh dengan paku yang tertancap dan sang anak pun sadar. Dia kemudian menanyakan kepada ayahnya apa yang harus dilakukan. Sang ayah meminta anaknya untuk mencabuti paku2 itu setiap kali sang anak menyesal atas kemarahannya. Dicabutlah paku2 itu oleh sang anak hingga tidak ada lagi paku yang tertancap di pagar.

Kemudian sang ayah memberikan hikmah dari pelajaran yang diberikannya,"Wahai anakku, kamu telah berusaha keras dan belajar untuk tidak menancapkan paku lagi, bahkan kamu sudah mencabut semua paku yang pernah kamu tancapkan.Hanya saja lihatlah bekas lubang akibat paku yang kamu tancapkan, lubang-lubang tidak akan tertutup kembali seperti sedia kala"

Makna kisah ini adalah bahwa ketika kita marah, reaksi emosional kita secara tidak kita sadari akan membuat sebuah luka yang halus yang tak dapat disembuhkan di dalam hati orang lain. Tak peduli seberapa banyak kita meminta maaf, luka itu pasti akan meninggalkan bekas. Serangan lisan akan sama menyakiti bahkan lebih manyakitkan daripada serangan fisik.

Benar sekali nasihat RasuluLLah saw, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam ..."(HR Bukhari dan Muslim)

AstaghfiruLLah, entah sudah berapa banyak orang yang tersakiti lisanku.

Mbah, Bapak, Ibu, Mas, Istriku, Zahid, Sahabat, Teman2, Semuanya ... Maafkanlah lisanku ini jika telah banyak menyisakan luka yang dalam.


Palu, pagi hari tgl 19-11-08
setelah sedih dan kaget membaca komentar kasar tentang Ust Anis Matta

selengkapnya...

Senin, November 17, 2008

Sejarah Menurut Ust Anis Matta

Sejarah jangan dibaca sebagai dendam pada masa lalu, usaha menuntaskan pembalasan dendam, dan usaha membalaskan dendam. Bangsa ini tak akan pernah menjadi bangsa besar kalau anak bangsa membaca sejarah bangsa ini sebagai sejarah dendam. Sebab, membaca sejarah dengan dendam, mendorong lahirnya dendam baru yang terus berulang.

”Akan lahir sebuah proses regenerasi dendam dalam episode yang tidak berkesudahan dan menghabiskan energi bangsa ini,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Anis Matta dalam diskusi tentang tokoh dan dendam sejarah di Jakarta, Minggu (16/11).

”Sejarah pahlawan kita bukanlah sejarah malaikat yang bebas cacat dan bukan pula cerita tentang manusia sempurna. Pahlawan bangsa kita hanyalah manusia biasa yang berusaha melakukan pekerjaan luar biasa bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Sejarah pahlawan, menurut Anis, merupakan pergulatan kemanusiaan yang penuh haru biru dan yang harus dibaca dengan kacamata kemanusiaan yang jujur dan adil, bebas dari dendam. Hanya dengan begitu, sejarah bangsa ini bisa menjadi cermin pembelajaran bagi generasi baru untuk melangkah ke depan.

”Pembelajaran antargenerasilah yang membuat sejarah kita sebagai bangsa tersambung sebagai sebuah mata rantai antargenerasi yang saling mengisi. Sebab, peradaban besar adalah karya bersama seluruh generasi dan bukan kerja satu orang dan yang bisa diselesaikan dalam semalam,” ujarnya lagi.

(kompas 17 Nopember 2008 halaman 2)

selengkapnya...

Penambah Ilmuku